Gambar Minggu ini




Ujian Nasional sebentar lagi. Tak sedikit orang dibuat bingung menghadapinya. Sampai-sampai dibuat tim sukses segala. Banyak sekolah meniadakan mata pelajaran yang tidak termasuk mata pelajaran Ujian Nasional dengan kata lain satu semester terakhir adalah mata pelajaran Ujian Nasional. Di rumah, orang tua murid turut cemas, mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan rupiah untuk memasukkan anaknya ke berbagai lembaga bimbingan belajar atau les privat. Sementara siswa sendiri bingung harus berbuat apa agar mereka dapat mewujudkan impian orang tua mereka.

Isti siswa yang saat ini duduk di kelas XII IPS di salah satu SMA swasta di Kebumen pernah mengeluh dan kalut jika ia tidak lulus, “Tak terbayangkan apa yang akan terjadi jika saya sampai tidak lulus, pasti orang tua saya akan marah besar” tuturnya penuh kecemasan. Berbeda ketika saat ia duduk di kelas X atau XI ada canda dan senyumnya bahkan ia terlihat jelas di ingatan penulis akan semangat belajarnya. Membungkam senyum dan semangat siswa tentunya bukan tujuan diadakannya Ujian Nasional.

Perasaan yang sama tentunya banyak di alami oleh anak-anak di Indonesia. Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja perlu di tindak lanjuti terutama oleh pihak-pihak yang terkait jangan sampai generasi penerus bangsa menjadi generasi pemurung bahkan sampai tahap stres hanya untuk menghadapi 3 sampai 6 bidang studi. Ini yang membuat sekolah di mana penulis mengabdi untuk membuat ramuan agar siswa mampu lulus dengan nilai yang memuaskan dan siswa tetap tersenyum.

Pertama para guru diajak untuk mensosialisasikan bahwa ujian nasional bukan akhir dari segalanya. Menanamkan pemikiran ke siswa dan wali murid untuk mengerti bahwa bila mereka tidak lulus masih ada jalan untuk mendapatkan ijasah kesetaraan. Ijasah dimana siswa masih dapat melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.

Pemikiran ini di jadikan dasar agar mereka memiliki bekal awal dalam menghadapi kejadian yang paling tidak diinginkan. Ramuan awal ini membuat siswa lebih tenang dan secara psikologis lebih siap menghadapi ujian.

Selanjutnya Proses Belajar Mengajar (PBM) juga tak luput diramu, jadwal pelajaran dibuat seefektiv mungkin. Siswa menerima pelajaran yang diujikan secara nasional tapi mereka juga tetap mendapatkan pelajaran seperti kesenian, olah raga dan tentunya pelajaran akhlak. Di sini siswa di siapkan pengetahuanya untuk hadapi ujian nasional.

Kadang pembelajaran juga diadakan di luar ruangan, agar siswa tidak penat. Out bond sesekali diadakan untuk menggairahkan senyum mereka atau sekadar pertandingan olah raga yang membuat mereka lebih ceria.

Di sinilah penulis yakin siswa akan dapat menempuh ujian nasional dengan baik karena satu hal kesiapan mental telah dimiliki. Semoga mereka dapat lulus. Amin

8 komentar

  1. try to take and give  

    aut bond sie apa pak guru????
    aut bond masih sodara sama out bond ya???

    wekekekeke,emang ya namanya manusia tempatnya salah dan khilap.

    tuh ramuan kira kira manjur ga pak guru????

    Indonesia ya Indonesia ajalah,ga usah pake iri sama negara laen.

    buat orang tua muridnya,tenang aja bu.pak,kalo putra putrinya jadi ga lulus,biar aku banyak temenya wekekekeke.

    kidding mode = on

    Ya itulah resiko tinggal di negara yg " irinan" nglihat negara laen udah bisa mencapai angka minimal kelulusan 6 lebih,kita yg pada dasarnya ga mampu,dipaksa buat mampu.SO strange lah murid murid Indonesia.Bahkan yang seharusnya dia bisa lulus,gara gara stange nya itu,khawatirnya itu,takut ga lulusnya itu,mereka jadi ga konsen sama yg namanya UAS,dan kerabatnya yang bernama UAN.

    @ pemerintah Indonesia

    kalo emang kudu ada syarat kelulusan setinggi itu,mbo ya di imbangi sama biaya sekolah yg murah,buku yg murah,fasilitas sekolah yg murah,dan gaji guru yang murah juga...wekekekekeke...ga ding gaji guru di sesuaikan.

    cerdaskan dulu kalian sendiri sebelum kalian berusaha mencerdaskan orang laen.

    ternyata wong bodo kek aku bisa ceramah uey wekekekekekeek

  2. The Dexter  

    nah ini berita yang aku senang... cocok dengan yang aku pikirkan .

  3. calon murid  

    pak guru acim..
    terimalah aku sebagai muridmu..
    aku ingin berguru pada mu.
    terimalah..
    pliz

  4. murid sdg jatuh cinta  

    oh guru
    knapa pake moderasi segala guru
    komntarnya gak lgsgng muncul tuh
    pak guru, aku boleh naksir kamu?
    i lov u pak guru..

  5. dewi klas 2  

    pak guru acim yg sgt kusayangi..
    aku boleh curhat ya pak..
    selama ini aku memendam perasaan khusus pada pak guru.
    aku coba tahan tapi tak kuat pak..
    setiap pak guru ngajar, gak tahu knapa hatiku deg-degan
    apalagi pas pak guru berbicara tau menatap mataku wadoh aku langsung klenger pak guru..
    pak guru hasim, i love you so much
    jangan biarkan perasaanku bertepuk sebelah tangan pak

  6. TeAcHer AcIm  

    @The Dexter

    Terimakasih atas kunjungannya dan komentar. Saya terus berusaha untuk meningkatkan tulisan baik secara kuantitas maupun kualitas. Saya berharap orang seperti Anda terus mau berpartisipasi dalam perkembangan blog ini. Sekali lagi saya sampaikan terimakasih.

    Teacheracim

  7. TeAcHer AcIm  

    @ Murid

    Terimakasih atas saran dan komentarnya. Saya sengaja membuat kolom kementar dengan moderasi. Hal ini untuk menghindari penyalah gunaan kolom komentar. Tapi jangan kuatir dan kecewa setiap komentar yang mendukung perkembangan blog ini pasti aku publikasikan. Saya tunggu komentar anda selanjutnya.

  8. TeAcHer AcIm  

    @ try
    Terimaksih atas koreksiannya. Saya mohon maaf atas kesalahan pengetikan kata tersebut. Yang benar "Out Bond" bukan "Aut Bond". Saya tunggu komentar Anda selanjutnya

Posting Komentar

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pengikut